Halaman

Selasa, 01 September 2009

Jam Biologis Tubuh Manusia

Pernahkah Anda bertanya, mengapa saat malam kita mengantuk? Atau mengapa bila masyarakat pedesaan yang belum ada listrik cenderung tidur lebih cepat?

Jawabannya adalah karena adanya hormon melatonin. SCN akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon melatonin ini saat hari sudah gelap.


Selanjutnya, hormon melatonin akan memerintahkan tubuh untuk beristirahat. Namun dengan kehadiran lampu listrik yang membuat suasana malam hari menjadi terang menghambat dikeluarkannya hormon melatonin, sehingga saat ini jam tidur manusia lebih larut malam daripada sebelumnya.

Tubuh kita mudah beradaptasi. Misalnya, untuk pekerja yang bekerja saat malam hari, SCN akan beradaptasi dalam mengeluarkan hormon melatonin sehingga mereka akan tetap terjaga walaupun hari sudah gelap. Bila malam semakin larut, kita akan lebih merasakan kantuk, ini disebabkan hormon melatonin yang dihasilkan semakin meningkat dan juga turunnya suhu tubuh dan tekanan darah dalam tubuh.

Hormon Dalam Tubuh Saat Kita Tidur Agar dapat memperbaiki sel-sel yang rusak, tubuh membutuhkan tidur. Tidur sehat manusia adalah 7 sampai 9 jam setiap hari. Perbaikan sel ini dipicu oleh hormon yang bernama Human Growth Hormone (HGH).

Karena itu, dengan tidur yang cukup rata-rata 8 jam per hari, sama saja dengan membiarkan tubuh Anda memulihkan tubuh kembali. Tentu ini akan membuat Anda bangun dengan sehat pada pagi hari setelah tidur yang cukup.

Makan makanan asin dapat membuat tubuh dehidrasi, sehingga dapat mengalami retensi air yang menyebabkan hipertensi ringan, akibatnya proses perbaikan sel terganggu dan tidur Anda terganggu.

Mengkonsumsi makanan manis dapat membuat kita sulit tidur karena otak akan memerintahkan untuk mengeluarkan hormon insulin. Akibatnya gula yang ada dalam pembuluh darah akan disimpan dalam sel otot, hati dan lemak. Karena kadar gula dalam tubuh rendah, otak akan memerintahkan untuk mengeluarkan hormon kortisol yang memecah lemak menjadi gula. Efek samping dari hormon kortisol adalah dapat memicu stress sehingga waktu tidur Anda akan terganggu karena rasa stres yang ada.

Mengapa Anda Mampu Menahan "buang air kecil" saat Tidur?
Pernahkah Anda bertanya mengapa meskipun tidur lebih dari 8 jam, Anda tidak merasakan ingin buang air kecil pada saat tertidur? Saat kita tidur, tubuh memproduksi hormon vasopressin yang menghambat pengeluaran urine sehingga kita bisa tidur tanpa terganggu harus ke kamar kecil.

Jam Biologis Pagi Hari

Saat pagi hari, minumlah segelas air hangat yang akan mendorong enzim-enzim yang ada dalam mulut ke dalam lambung untuk proses detoksifikasi. Tunggu 20 menit sebelum Anda mengkonsumsi sarapan atau minuman lainnya, karena bila waktu kurang dari 20 menit, manfaat yang dihasilkan kurang optimal.

Olahraga pada jam 5 pagi kurang bermanfaat karena suhu tubuh masih rendah dan otot belum panas. Berolahragalah jam 7 pagi. Pada jam ini tubuh menghasilkan hormon serotonin yang meningkatkan mood. Berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat meningkatkan produksi hormon ini.

Tubuh kita berada dalam kondisi optimal 3 jam setelah bangun tidur. Saat itu, darah sudah mengaliri tubuh dengan sempurna sehingga semua zat yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi dengan baik.

Jam Biologis Tubuh Lainnya

Saat tepat untuk perawatan kulit adalah jam 16.00 karena pada saat itu tubuh dalam suhu yang paling tinggi sehingga pori-pori terbuka dan nutrisi terserap sempurna.
Jam 17.00 tubuh dalam kondisi puncak dalam menahan rasa sakit, sehingga tepat bila ingin ke dokter gigi atau di suntik.

Jam 18.00 merupakan saat yang tepat untuk berolahraga, karena kekuatan dan fleksibilitas tubuh dalm kondisi puncak. Disebabkan kandungan glikogen pada saat itu di dalam tubuh cukup banyak.

Glikogen merupakan simpanan karbohidrat dalam bentuk glukosa di dalam tubuh yang berfungsi sebagai salah satu sumber energi. Semoga bermanfaat.. ...

Senin, 17 Agustus 2009

Janji Capres SBY-Boediono

Pada kampanye terakhir di SUGBK hari ini, pasangan capres-cawapres SBY-Boediono menyampaikan janji-janjinya seandainya kelak terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014. Janji ini perlu kita catat, siapa tahu beliau terpilih. Seandainya terpilih nanti, janji ini bisa kita tagih. Ada kata pro rakyat (slogan Mega-Prabowo) di janji nomor 2. Berikut janji pasangan SBY-Boediono …
1. Pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen sehingga kesejahteraan rakyat meningkat.
2. Kemiskinan harus turun 8-10 persen dengan meningkatkan pembangunan pertanian, pedesaan dan program pro rakyat.
3. Pengangguran turun 5-6 persen dengan cara meningkatkan peluang lapangan pekerjaan dan peningkatan penyaluran modal usaha.
4. Pendidikan harus ditingkatkan lagi. Mutu infrastruktur dan kesejahteraan guru dan dosen ditingkatkan. Persamaan perlakuan sekolah negeri-swasta-agama. Tetap melanjutkan sekolah gratis bagi yang tidak mampu.
5. Masalah kesehatan dengan terus melakukan pemberantasan penyakit menular dan melanjutkan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu.
6. Swasembada Beras dipertahankan. Ke depannya Indonesia akan menuju swasembada daging sapi dan kedelai.
7. Penambahan Energi daya listrik secara nasional. Kecukupan BBM dan pengembangan energi terbarukan.
8. Pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari perhubungan, pekerjaan umum, air bersih, TI, maupun pertanian.
9. Peningkatan pembangunan rumah rakyat seperti proyek rusun murah untuk buruh, TNI/ Polri, dan rakyat kecil.
10. Pemeliharaan lingkungan terus ditingkatkan seperti dengan reboisasi lahan.
11. Kemampuan pertahanan dan keamanan terus ditingkatkan seperti pengadaan dan modernisasi alustsista TNI/ Polri.
12. Reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi terus ditingkatkan.
13. Otonomi daerah dan pemerataan daerah ditingkatkan.
14. Demokrasi dan penghormatan terhadap HAM makin ditingkatkan. Jangan terjadi lagi pelanggaran HAM berat di negeri ini.
15. Peran Indonesia makin ditingkatkan di dunia internasional. Berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Jumat, 10 Juli 2009

Ramuan Ekonomi Para Capres

JAKARTA, KOMPAS.com — Rabu (8/7) besok, kita akan menggelar pesta demokrasi akbar bertajuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. Sebanyak 176 juta penduduk Indonesia telah terdaftar untuk memilih. Sebelum menjatuhkan pilihan, ada baiknya kita menengok kembali program-program ekonomi setiap pasangan calon presiden (capres).

Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto (Mega-Pro) yang menempati nomor urut satu menawarkan Delapan Program Aksi untuk Kemakmuran Rakyat. "Janji dan visi ekonomi kami lebih konkret dibanding calon lain. Saya tidak main-main dengan visi itu. Kalau tidak sanggup saya laksanakan, saya siap mundur," kata Prabowo, Senin (6/7).

Delapan program itu, antara lain, menjadwalkan kembali utang luar negeri dan mengalihkannya untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi yang murah serta ramah lingkungan. Selain itu, mencetak dua juta hektar lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, kedelai, dan tebu yang diharapkan dapat mempekerjakan sekitar 12 juta orang.

Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono (SBY-Boediono) yang menduduki nomor urut dua menjanjikan pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen dan mengurangi angka kemiskinan hingga 10 persen lewat pembangunan pertanian, perdesaan, dan program prorakyat.

Pasangan incumbent ini berjanji akan memangkas angka pengangguran sampai 6 persen melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan modal usaha. "Mari kita bekerja lebih keras agar lima tahun ke depan menjadi kebangkitan baru bagi bangsa Indonesia, menuju negara maju," tandas SBY, panggilan akrab Susilo Bambang Yudhoyono

Adapun pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto (JK-Wiranto) yang menempati nomor urut tiga mengusung visi dan misi tercapainya ekonomi bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Mereka mengusung kebijakan pro-pasar, yakni pasar rakyat yang mampu menggerakkan roda ekonomi riil.

Juru Bicara Tim Ekonomi JK-Wiranto, Bambang Soesatyo, mengatakan, kalau terpilih menjadi pemimpin negeri ini, JK-Wiranto akan mengamankan penerimaan negara dan sebisa mungkin tidak membebani rakyat sebagai wajib pajak. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir ini, beban APBN sangat berat. Lebih dari 30 persen penerimaan negara tersedot untuk membayar utang. "Ini sangat mengganggu efektivitas APBN sebagai penggerak pembangunan," katanya.